Review Film Dokumenter National Geographic "BEFORE THE FLOOD"

Jadi, saya ingin memberikan review hasil menonton film dokumenter berjudul "BEFORE THE FLOOD" yang dibuat oleh National Geographic dan bekerja sama dengan Leonardo DiCaprio. Jika ingin diambil inti ceritanya, sebenarnya film ini menceritakan bagaimana DiCaprio, selama 3 tahun, bertemu dari satu individu ke individu lainnya, untuk mendengarkan pandangan mereka masing-masing tentang Climate Change atau perubahan iklim.

Film dokumenter ini dibuka dengan lukisan karya Hieronymus Bosch, dibuat pada tahun 1485, yang berjudul "The Garden of Earthly Delights". Menarik menurut saya, membuka suatu film dokumenter dengan sebuah lukisan zaman pertengahan. Meskipun begitu, lukisan ini bukan sembarang lukisan. Lukisan ini terdiri dari 3 bingkai yang saling bercerita satu sama lainnya. Lukisan pertama memperlihatkan 2 manusia pertama di bumi, bersama Tuhan, didalam sebuah taman indah dan juga hewan-hewan. Lukisan yang kedua, terlihat populasi manusia tersebut bertambah, tetapi juga kemudian banyak sekali makhluk-makhluk aneh yang tidak ada di bingkai lukisan pertama, dan lukisan yang terakhir menampilkan warna yang gelap, yang memperlihatkan bahwa peradaban manusia tersebut perlahan-lahan hancur.

Ok, itu tadi hanya sekedar informasi. Bagus kalau setelah membaca review ini sampai akhir Anda masih mengingatnya, kalaupun tidak ingat juga tidak masalah. Scene kemudian berlanjut ke permulaan dari petualangan sang aktor tampan DiCaprio. Ia pergi ke Greenland, Denmark, untuk melihat bukit-bukit es yang perlahan mulai mencair. Inilah tanda awal dari perubahan iklim. Suhu yang menghangat.

Perjalannya tidak berakhir dari situ, DiCaprio kemudian terbang ke RRT melihat bagaimana kualitas udara di sana sangat buruk, dan bagaimana rakyat RRT berdemo meminta hak mereka untuk mendapatkan udara bersih. Tidak lupa pula ia terbang ke Indonesia, ke pulau Sumatera. Disana ia melihat bagaimana hutan-hutan kita yang begitu luas, dibabat habis, dijadikan lahan untuk menanam pohon kelapa sawit. Bagaimana kemudian hewan-hewan seperti Orang Utan kehilangan tempat tinggalnya.

Tidak hanya bepergian ke banyak negara, DiCaprio juga bertemu banyak individu, banyak peneliti, orang penting pemerintahan, bahkan sampai kepada Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia. Melihat bagaimana ada yang percaya perubahan iklim, dan ada yang tidak percaya dengan menyangkal bahwa bumi ini semakin lama, justru semakin dingin, bukan semakin menghangat. Dan juga kemudian melihat bagaimana negara-negara lain berusaha memanfaatkan SDA tak terbatas sebagai energi alternatif menggantikan bahan bakar fosil dan mineral.

Point plus dari film dokumenter ini menurut saya adalah, bagaimana NatGeo dan DiCaprio berhasil mengemas semua informasi yang ada tanpa harus membuat bingung penonton. Bagaimana mereka mengemasnya, dan menginformasikan kepada penonton bahwa, bumi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apakah bumi itu memanas atau mendingin, tetap saja berdampak buruk bagi kehidupan makhluk hidup didalamnya.

Selain itu, film ini juga memperlihatkan bahwa bagaimana ada banyak sekali orang yang berusaha, dengan kemampuan mereka, demi kepentingan orang banyak, berjuang untuk dapat mengembalikan kondisi bumi sebagai semula. Bagaimana para peneliti bekerja tanpa lelah berusaha untuk mencegah dan memperlambat perubahan iklim yang terjadi, bagaimana para petingi negara berkumpul, menyatukan pikiran dan suara untuk membantu menormalkan kembali kondisi bumi. Meskipun tetap saja ada orang yang menolak tentang "perubahan iklim" dan membalasnya dengan mengatakan bahwa bumi semakin lama semakin dingin, bukan semakin panas. Tetapi sebenarnya, bila dipikir, mana yang benar apakah bumi semakin panas atau semakin dingin, sebenarnya jawabannya sama-sama bahaya, bukan?

Bila bumi terlalu panas atau terlalu dingin, hal ini tentu akan memengaruhi tanaman dan hewan yang susah atau lambat dalam beradaptasi. Mereka bisa saja tidak survive dan kemudian akan memengaruhi rantai makanan, reproduksi, volume makanan, dll. Intinya adalah, panas dinginnya suhu bumi akan memengaruhi balance kehidupan makhluk hidup yang ada sekarang ini. Karena itu, naiknya suhu tidak bagus, turunnya suhu pun tidak bagus.

Bila ada point plus, berarti ada point minus karena dalam kehidupan semuanya harus seimbang. Berbicara tentang poin minus, saya pikir, film ini akan lebih baik bila bisa mendalami lebih dalam tentang orang-orang kecil yang terkena dampak langsungnya dari perubahan iklim. Orang-orang yang hidup dikota-kota besar atau kecil, dan orang penting negara tidak akan terlalu merasakan dampak langsung dari perubahan iklim. Tetapi orang-orang yang berasal dari kepulauan kecil atau negara miskinlah yang pertama merasakan dampaknya dalam kehidupan sehar-hari. Tidak hanya itu, DiCaprio sebagai UN Messenger of Peace pun saat diakhir film ini, akan lebih baik bila bisa memperlihatkan kepada penonton gerakan nyata yang ia buat setelah menyaksikan dan mendengarkan begitu banyak hal, untuk mencegah perubahan iklim lebih lanjut.

Jadi, untuk film ini, saya kasih bintang 

Komentar

Postingan Populer